Disayang-sayang Malah Hilang

by - August 05, 2019

Ini kejadian yang menimpa saya hampir setahun yang lalu, namun rasa kecewanya masih terasa sampai sekarang. Tapi saya merasa harus menuliskannya supaya bisa menjadi pengingat bahwa saya pernah melakukan kesalahan ini dan semoga kita yang membaca bisa mengambil pelajaran darinya.




Jadi, saat itu sekitar minggu ke dua di bulan September tahun 2018. Saya menghadiri acara pengajian yang dilaksanakan di masjid Yayasan tempat saya bekerja. Jaraknya lumayan jauh dari rumah, sekitar 20 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. Bagi saya itu jauh ya, mengingat Kota Bengkulu bukan kota besar.

Materi yang disampaikan sangat berkesan, saya pun gak lupa mencatat beberapa bagian penting yang saya simak.

Pada akhir sesi, Ustadz yang menyampaikan materi pun mengajak semua jamaah yang hadir untuk berinfaq, karena asrama para penghafal Qur'an yang dibangun di sekitar masjid sedang dalam tahap pembangunan namun masih kurang beberapa bahan material.

Semua jamaah segera merogoh koceknya, entah ada atau tidak, entah banyak atau sedikit, kotak infaq mulai berjalan dari ujung ke ujung ruang masjid untuk menampung infaq jamaah.

Saya yang pada saat itu sedang memegang dompet pun juga mengeluarkan beberapa rupiah dari dompet saya, jumlah tepatnya saya sudah lupa, dan kejadian inilah yang membuat saya akhirnya MENYESAL hingga hari ini.

Beberapa waktu sebelumnya, saya banyak menyimak kisah tentang keajaiban sedekah. Betapa saat susah pun kita masih bisa bersedekah kalau kita percaya dan yakin akan kebesaran Allah untuk mencukupi semua kebutuhan kita.

Tapi pada praktiknya, sungguh berat. Godaan dan bisikan dari kiri kanan membuat tangan ini begitu berat untuk menyedekahkan beberapa rupiah yang saat itu bisa jadi masih ada hak orang lain didalamnya.





Dompet saya yang hilang

Saat kotak infaq masjid itu berjalan mengarah ke barisan saya duduk, dalam hati berkata, "Sudah, keluarkan saja semua uangnya, insyaallah nitip ke Allah mah aman."

Tapi yang terjadi seketika adalah terbayang semua keperluan dapur yang tinggal sedikit, terbersit pikiran "bagaimana nanti kalau anak mau minta jajan", " gimana nanti kalo dijalan motor pecah ban", dan lain-lain, yang sebenarnya ini hanyalah was-was. Terlebih uang yang ada didalam dompet itu adalah 'penyambung hidup' hingga gajian bulan depan. Tambah berat rasanya saya mau menginfaqkan semuanya.

Dan yang terjadi, akhirnya saya mengambil beberapa saja untuk infaq, tidak semuanya.

Setelah pengajian selesai, dalam perjalanan pulang benar saja, si sulung yang ikut saya minta dibelikan beberapa biskuit. Lalu mampirlah kami ke mini market terdekat. Lalu kami melanjutkan perjalanan.

Tiba di rumah, Alif anak sulung saya sudah tidak sabar lalu meminta jajanan yang sudah kami beli. Tapi yang terjadi adalah kantong kresek yang berisi belanjaan di minimarket tadi, plus dompet yang saya masukkan juga kedalammnya, raib.

Dugaan saya, kresek itu jatuh dijalan dari mini market menuju rumah. Karena motor saya tipe motor matic yang gantungannya akan tertutup kaki ketika duduk, terlebih saat itu saya sedang menggunakan gamis, pastilah sangat mungkin kalau saya tidak menyadari kalau kresek itu jatuh.

Alif saya minta menunggu di rumah, sedangkan saya kembali menyusuri jalanan yang kami lewati tadi. Berharap kresek warna merah itu bisa saya temukan lagi.

Sekali, dua kali, tiga kali saya bolak balik di jalan yang sama, pinggir jalan sebelah kiri, pinggir jalan sebelah kanan sudah saya coba saya telusuri, tapi kresek warna merah berisi makanan dan dompet itu tidak saya temukan.

Bolak balik di tengah terik matahari siang itu, ternyata melelahkan juga. Saya memutuskan pulang saja. Dan berharap "kalau masih rezeki saya, insyaallah akan tetap menjadi milik saya." 

Setelah beristirahat sebentar, saya lalu menyiapkan makanan karena Alif kadung batal makan biskuit kesukaannya, sambil beristighfar dalam hati sebanyak-banyaknya. Meminta ampun pada Allah, karena kejadian ini pasti karena akibat ulah saya sendiri.

Sejenak setelah merenungi apa yang terjadi, saya berkesimpulan bahwa ini adalah cara Allah memperingatkan saya atas apa yang saya lakukan di masjid tadi. Saat itu, saya punya pilihan untuk mengeluarkan semua uang saya untuk saya 'titipkan di sisi Allah' dengan menyedekahkannya. Dan pasti, sesuai janji-Nya Allah tidak akan menyengsarakan saya. Tidak mungkin! Justru dengan menyedekahkannya saya bisa mendapat pahala dan kebaikan dari Allah.

Tapi saya lebih khawatir akan ketidak cukupan rezeki yang akan saya jalani setelah uang itu saya habiskan untuk bersedekah. Huhuhu (T_T)

Sungguh saya menyesal, sangat menyesal. Saya meminta ampun berkali-kali, menginsafi bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa atas diri saya.

Takdir yang saya hadapi adalah uang yang ada di dompet saya akan habis pada hari itu, tapi saya mendapat kesempatan untuk memilih, apakah habis dalam hal yang baik atau tidak. Sedihnya, saya memilih yang kedua.

Jadi, setelah kejadian ini, saya benar-benar takut untuk menunda kebaikan. Saya menjadi semakin yakin dengan Kebesaran dan Kuasa Allah. Saya semakin berusaha untuk lebih ringan tangan untuk menyedekahkan apa yang bisa saya berikan.

Godaan masih terus ada, dan saya hingga kini saya masih berusaha menaklukkannya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian saya ini ya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan kita, apalagi menelantarkan kita. Karena ketika selama kita masih hidup, jatah rezeki kita pasti cukup.

Wallahua'lam.










You May Also Like

18 comments

  1. Subhanallah terimakasih sudah diingatkan mbak Allahu akbar

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mba, ini sengaja saya tuliskan supaya suatu saat saya bisa membacanya kembali dan mengingat lagi hikmah yang saya dapat dari kejadian ini ^^

      Delete
  2. Subhanallah, Bentuk teguran dari ALLAH, terkadang kta terlalu terlena dg dunia membuat kita lupa, hikmahnya seumpama tidak ada kejadian dompet hilang, belum tentu kita ingat Allah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mas, bisa jadi saya semakin terlena untuk jadi pelit. Padahal sedekah itu juga buat kebaikan diri sendiri. ^^

      Delete
  3. Bentuk peringatan dari Allah untuk menyadarkan kita atas kesalahan maupun kelalaian yang telah dilakukan. Alhamdulillah, mba bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bunda, saya mengambil pelajaran yang sangat besar dari kejadian ini. Setelah merenungi beberapa saat, saya tidak menghiraukan jumlah uang di dompet lagi, tapi sudah berpikir bahwa saya gak boleh melakukan ini lagi.

      Delete
  4. aku pernah mbak lagi tiris uang didatangi pengemis ghaib hahaha, aku kasih setengah dari uangku saat itu siang hari, sore harinya dapat rezeki sekitar 10x lipat secara tak terduga alhadmulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba, jadi mikir kenapa gak sekalian semuanya aja dikasih yak, huehehhe

      Delete
  5. Subhanallah, semua milik Allah dan kembali ke Allah juga. Noted to my self juga nih Mbak, kalau mau sedekah gak usah mikir panjang, karena Allah Maha Tahu dan bisa menggantikan berkali lipat dari yg kita beri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kebanyakan mikir malah seringnya gak jadi.

      Delete
  6. bisa gitu ya mbak, tapi kalau rejekinya sampai situ aja ya mau gimana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi yang paling pelajaran yang saya dapet dari kejadian ini mba. Itu lebih bermakna setelahnya. ^^

      Delete
  7. Wahhhh memang dengan memberikan sedekah itu tidak akan mengurangi dari apa yang kita miliki, bener banget. Tapi di saya sendiri tidak mengharapkan untuk bisa mendapatkan sesuatu dari apa yang sudah saya berikan sih, jadi yah ikhlas saja. Soal hikmah atau rezeki yang didapatkan setelahnya yah tetap bersyukur saja, walaupun tidak ada pun mungkin suatu saat diwaktu yang tepat bisa dapet. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya saya bisa lebih ringan tangan dalam kebaikan, tidak menunda apalagi menahan2 sedekah. Itu yang saya sesalkan sampai sekarang.

      Delete
  8. hwaaaa makasih banget remindernya mbaaaa, bener banget kalo yang namanya sedekah itu bener-bener nguji keimanan sekaligus keikhlasan kita ya mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betullll banget mba, kalo inget kejadian ini sampe sekarang masih nyesel banget saya. Berasa kayak gak lulus ujian gitu.

      Delete
  9. Masya Allah, reminder banget nih buat aku. Intinya, kalau mau sedekah jangan nanggung-nanggung ya mba. Karena, sekalipun kita menahannya. Justru Allah pula lah yang akan 'membocorkannya'. Keep ikhlas ya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalo udah waktunya keluar itu duit, mau gimanapun akan keluar juga, tinggal gimana caranya aja.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik