Deddy Corbuzier Mualaf!! Lalu saya??

by - June 22, 2019

Gus Miftah jadi Narasumber di Channel Youtube @mastercorbuzier

Beberapa hari ini hangat berita tentang master Deddy Corbuzier resmi menjadi mualaf. Beliau bersyahadat dibimbing oleh Kyai Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal dengan panggilan Gus Miftah di Yogyakarta tepatnya di Masjid Al Mbejaji yang berada di Dusun Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Awalnya saya mendengar sekilas info bahwa Jumat siang, tanggal 21 Juni 2019, Deddy Corbuzier akan mengikrarkan dirinya menjadi muslim. Saya berucap syukur kepada Allah dalam hati lalu berkata “akhirnya..”

Yaa.. saya salah satu masyarakat Indonesia yang berharap beliau mendapat dan menerima hidayah dari Allah, karena saya melihat ada potensi kebaikan didalam dirinya yang akan berkontribusi baik bagi Islam (based on my own opinion ya). Beliau orang yang tegas, bila ada yang salah atau tidak seharusnya, beliau dengan lantang akan mengatakan itu tidak benar. Terlihat dulu saat ada kasus seorang anak muda yang melakukan hate speech dan mengarah kepada fitnah terhadap beliau dan rekannya di sosial media, beliau lakukan berbagai cara agar pemuda itu ditemukan dan akhirnya diproses secara hukum sampai selesai.

Sejak sering menyaksikan acara Hitam Putih yang  master Deddy bawakan di televisi, saya bukan hanya menikmati sajiannya, tapi juga menyimak perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya.
Perubahan yang paling kentara yang saya lihat adalah sejak di acara Hitam Putih itu sering didatangkan ustadz-ustadz kondang. Salah satu yang paling sering diundang adalah Ustadz Wijayanto. Di setiap segmen ketika ustadznya hadir dan mulai berbincang dengan master Deddy, saya melihat antusias dan ketertarikannya pada topik yang mereka bincangkan. Keluasan ilmu dari Ustadz Wijayanto yang akhirnya dapat menyentuh logika dan pemahaman master Deddy, membuatnya banyak bertanya tentang Islam. Pertanyaan-pertanyaan yang beliau ajukan sangat berbobot, ini menunjukkan beliau juga orang yang cerdas.  Saya yakin pertanyaan-pertanyaan master Deddy tidak akan berhenti saat di televisi saja.

Ustadz Wijayanto menjadi narasumber di channel Youtube @mastercorbuzier

Melihat beliau sepenasaran itu saya yakin master Deddy sangat mungkin untuk berdialog secara pribadi kepada Ustadz Wijayanto. Terbukti terakhir saya ketahui ternyata mereka berdua benar-benar menjadi  teman akrab, dan walaupun saat itu master Deddy masih belum Islam, beliau tidak sungkan kepada Ustadz Wijayanto dan begitu pula sebaliknya. Bahkan ceritanya, pernah ada kejadian ketoprak jatah master Deddy yang belum dimakan sebelum syuting diam-diam diembat oleh Ustadz Wijayanto, tapi master Deddy tidak marah. Ini menunjukkan mereka seakrab itu.

Begitu juga dengan Gus Miftah yang membimbing master Deddy bersyahadat. Kurang lebih sepuluh kali Gus Miftah datang ke rumah master Deddy, untuk bersilaturahmi, membicarakan tentang Islam, dan lain-lain. Gus Miftah ini dinilai master Deddy adalah orang yang tampil apa adanya, bahkan dengan keluasan ilmu dan tampilan rambut gondrongnya, Gus Miftah yang biasa berdakwah di dunia malam, kafe, kaum marginal dan lain-lain ini nampak membuat master Deddy nyaman, pun saat Gus Miftah memanggil master Deddy dengan sebutan ‘Kafir’, mereka enjoy saja.

Sekali lagi Alhamdulillah, setelah melalui ‘masa pencarian’ yang cukup panjang Deddy Corbuzier resmi menjadi Mualaf, semoga dengan master Deddy menjadi saudara kita dalam iman, Allah membimbing kita ke jalan yang ‘lurus’, jalan yang Allah ridhoi, sampai masa expired tiba.

Menyaksikan peristiwa ini melalui video-video yang beredar di sosial media juga di channel yutub membuat saya ingat sesuatu yang saya alami sekitar 4 tahun yang lalu. Saat itu saya baru tahu ada ustadz yang bernama Felix Siauw. Penasaran dengan ustadz yang punya nama ‘tidak islami’ ini akhirnya saya ketik nama itu di mesin pencarian. Lalu muncul banyak artikel yang memuat tentang beliau. Dan ternyata benar dugaan saya, Ustadz Felix ini seorang Mualaf.

Hasil gambar untuk felix siauw

Selain artikel, tampil juga thumbnail ceramah beliau di yutub, saya penasaran dengan isi ceramahnya, saya berharap didalamnya ada cerita tentang kenapa beliau akhirnya memilih untuk menjadi seorang muslim.
Selesai menyimak satu video, saya tertarik untuk membuka video lainnya. Saya menyimpulkan dari dua ceramah yang saya saksikan itu ustadz Felix Siauw ini  juga orang yang cerdas. Beliau yang saat itu masih sekolah menengah pertama sudah mempertanyakan tentang tuhan, asal usul kehidupan, kemana dan untuk apa manusia hidup, dan lain-lain, yang semua pertanyaan ini tidak dapat dijawab didalam ajaran agama yang dianutnya saat itu.

Sikap mempertanyakan tentang kehidupan inilah akhirnya Allah membimbing beliau bertemu seorang ustadz Fatih Karim, ustadz muda yang Felix Siauw temui saat sudah menjadi seorang mahasiswa. Dengan diskusi yang panjang, Alhamdulillah hidayah itu pun sampai dan diterimanya.

Dari dua kisah mualaf ini, saya yang sudah menjadi seorang yang Islam sejak lahir mendapat pembelajaran  yang berharga. Menjadi muslim sejak lahir adalah sebuah anugerah, tapi semakin dewasa saya justru tertarik untuk mendapat pengetahuan tentang Islam dari sudut yang berbeda. Kisah para mualaf membuka cakrawala saya tentang Islam. Pandangan non Muslim kepada Islam ternyata sangat berbeda ketika mereka sudah mengetahuinya apalagi masuk kedalamnya. Pemahaman yang berbeda ini membuat pandangan menjadi jauh lebih luas, jauh lebih beragam, yang membuat saya mengerti, kenapa Islam di sebut sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamiin (rahmat bagi seluruh alam).

Sampai sekarang, saya selalu tertarik menyimak kisah bagaimana para mualaf menemukan jalannya untuk memeluk Islam. Bahkan saya pernah berpikir, kalaulah saya lahir bukan dari keluarga muslim, apakah saya akan menemukan Islam juga, dan menerimanya seperti yang mereka alami?

Sungguh banyak jalan untuk kita selalu bersyukur. Salah satunya adalah ketika kita masih Allah jaga dalam iman, dan masih Allah pahamkan kita pada Islam.

Karena ketika Allah menghendaki seseorang dekat denganNya, maka Allah akan pahamkan dia pada Islam.



You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik