Siapkan Mental Anak Agar Menjadi Percaya Diri

by - December 12, 2018

Boy Rising Up His Hand Wearing Black Cape

Kepercayaan diri  dan rasa menghargai diri sendiri akan menjadi pondasi bagi masa depan anak-anak kita. mengajarkan anak-anak agar bisa percaya diri menjadi tanggung jawab besar bagi orang tua. Sikap percaya diri juga sangat penting saat anak mulai melakukan hal baru tanpa bantuan orang lain. Tentu ini akan membuat anak menjadi mampu meningkatkan potensi dirinya, tanpa tergantung kepada orang lain.

Penulis The Positive Dicipline Series, Jane Nelson, mengatakan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri berawal dari rasa memiliki, meyakini bahwa diri sendiri mampu, dan mengetahui kontribusi kita dinilai serta dihargai.

Lalu bagaimana cara agar orang tua dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? Simak 7 strategi sederhana berikut ini.

1. Beri Pilihan dan Tanggung Jawab
Sejak usia tiga tahun, anak sudah bisa diajak bekerja sama. Beri dia tanggung jawab melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana sesuai dengan tingkat usianya. Kalau ibu sedang menyapu, anak bisa diberi kain lap kecil untuk dia membantu melap meja. Biarkan anak memilih, karena memilih adalah salah satu proses anak belajar mengambil keputusan. Berikan kesempatan anak untuk memilih bagian mana yang harus dia lap duluan.

Hasil gambar untuk ANAK NGELAP KACA

2. Empati Pada Anak
Sejak usia 0 sampai 8 tahun yang paling berkembang dari seorang anak adalah perasaan. Bangun kepercayaan diri anak dengan mendengarkan apa yang anak rasakan. 

3. Beri Pujian
Puji usahanya untuk mencapai sesuatu, bukan hasilnya. Itu akan membuat anak melihat  hambatan sebagai tantangan yang bisa diatasi. Misalnya anak berhasil memakai bajunya sendiri, pujilah dengan melihat usahanya. "Wah, alhamdulillah kakak sudah berusaha pakai baju sendiri ya. Besok-besok pasti kakak mau berusaha untuk bisa buka baju sendiri." Atau ketika anak sedang mewarnai, "Pilihan warna yang kakak pilih bagus, bunganya jadi warna warni, indah sekali."

4. Berikan Perhatian
Jangan beri perhatian pada anak sambil lalu. Beri perhatian yang tak terbagi agar ia menganggap dirinya penting dan berharga. Bagi orang tua yang sudah punya anak lebih dari satu, biasanya akan terpecah konsentrasi perhatiannya. Tapi cobalah untuk tetap fokus memberikan perhatian pada anak ketika berhadapan dengannya. Misalnya dengan membungkukkan badan sejajar dengan anak saat membetulkan kancing bajunya. Atau menatap wajahnya dan menyauti saat dia bercerita.

Hasil gambar untuk anak pemalu

5. Jangan sebut si Kecil 'Pemalu'
Tanpa sadar orang tua sering menyebut perilaku anak sesuai dengan perspektifnya pas didepan anak. Orang tua menganggap anaknya pemalu, lalu sering orang tua menyebut anaknya pemalu didepan orang lain. Melabeli anak dengan sebutan pemalu akan membuat ia percaya bahwa ia adalah seorang yang pemalu.


6. Jadilah Role Model
Pengajaran terbaik adalah dengan memberi teladan. Apapun yang kita inginkan terhadap anak maka kitalah yang mempraktikkan secara langsung dihadapannya. Praktikkan cara bersosialisasi didepan anak. Sering tersenyum, menyapa, mengucapkan salam, ramah pada orang lain, mudah membantu, dan lain-lain.

7. Beri Cinta Tanpa Syarat
Saat harus mengoreksi kesalahannya, perjelas yang bermasalah adalah perilakunya, bukan dirinya. Misal saat dia sering memainkan kabel, perjelas bahwa orang tua melarang bukan karena tidak sayang, tapi karena yang dia lakukan akan membahayakan dirinya sendiri, tentu kita tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Selective Focus Photo Of Woman Carrying Baby

Dari ketujuh strategi sederhana ini bisa jadi akan menemui perbedaan dalam pengaplikasiannya bagi setiap keluarga. Dan dari beberapa poin diatas mungkin saja akan ada yang perlu ditambahkan agar kita bisa efektif dalam melatih anak agar percaya diri.








You May Also Like

38 comments

  1. jadi role model ini harus dimulai sejak kecil, sejak anak mulai bisa melihat dunia papah mamahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mak, kalo udah gede mereka udah keburu mencontoh role model yang lain. Mending kalo yang dicontoh baik, kalo ternyata lebih buruk kan gazwaat.

      Delete
  2. masyaallah. semua sebnrnya tanpa modal dana ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess mom, semuanya berasal dari dalam rumah, orang tua dan anaknya, pake cinta dan kasih sayang.

      Delete
  3. Wah, makasih sharingnya. Untuk yang memberi tanggung jawab kadang yang masih nggak tega karena anak masih kecil. Tapi bener, semua memang harus dimulai sejak dini ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus dimulai pelan-pelan sejak kecil bund, saya juga masih belajar kok soal ini, hihi ^^

      Delete
  4. Wahhh benar banget mbak. Mendidik moral dan menyetting kepribadian dari mulai kanak kanak

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena membangun kepribadian akan melalui waktu yang panjang, jadi masa kanak2 adalah waktu memulai yang pas

      Delete
  5. Setelah saya menjadi ibu, saya yang semula berpikir bahwa orangtua tidak perlu jaim di depan anak berubah pikiran. Bagaimana pun, orangtua harus menjaga sikapnya di depan anak2 agar ia senantiasa memberi contoh yang benar dan baik bagi anak-anaknya, alias menjadi role model.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masyaallah, jadi dengan sendirinya kita bisa menahan diri saat didepan anak yang masih mencontoh orang tua ya mba ^^

      Delete
  6. Replies
    1. kayak bola donk, hehehe
      terima kasih sudah berkunjung ya ^^

      Delete
  7. role model itu penting. sebab anak2 peniru ulung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali, kita juga harus bisa menahan diri untuk tidak bersikap berlebihan didepan anak2 ^^

      Delete
  8. Jadi Role Model, kalau ingin anaknya jadi percaya diri, Emaknya juga harus percaya diri dulu, ya, Trims Infonya, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba, dan jadi role model ini ternyata gak mudah ya.

      Delete
  9. Yes..benar dan itu menjadi pengalaman sy selalu harus meyakinkan anak2 bahwa mereka bisa, menumbuhkan sifat optimis anak itu perlu proses dan mesti ortu bisa jadi panutannya😁 SEMAMGAT

    ReplyDelete
  10. Suka baca ini. Beri cinta tanpa syarat, ini mengena bangena banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masyaallah, mengingatkan diri ya supaya gak banyak nuntut ini itu sama anak. Padahal mereka baru di dunia ini.

      Delete
  11. Bermanfaat sekali mbak, terima kasih

    ReplyDelete
  12. Nah bener mbak..dulu waktu kecil saya sering dibilang ih malu jangan gini jangan gitu, akhirnya pas gede jd agak kurang PD jd trlalu mikirin apa kata orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah sama, aku juga waktu sering digituin juga. Malah kadang udah nyampe ke tahap bullying. Makin hancurlah percaya dirinya.

      Delete
  13. orangtua jaman now memang perlu banyak belajar untuk mendidik anak ya mba, thanks sharingnya, bermanfaat sekali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tantangan ortu era sekarang emang berat bangeeett. Kudu belajar everytime everywhere.

      Delete
  14. Menjadi Ibu itu harus siap jadi contoh
    Belajar tentang apapun setiap hari bersama
    Itu sangat menarik

    Liburan ini aku full sama baby
    Mbah Utinya ke Jakarta

    Refreshing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat liburan mbaaaa, senangnya bisa membersamai si kecil dimasa tumbuh kembangnya.

      Delete
  15. Benar mb
    Melabeli anak pemalu malah bikin anak jd tambah malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal bisa jadi pada awalnya anak bukan malu, tapi hanya belum nyaman saja dengan suasana baru/orang baru yg ditemui ya.

      Delete
  16. Susahnya jadi orang tua sempurna :( Dari tiga anak, pendekatannya beda-beda semua disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Seringkali saya sebagai ibu merasa belum sanggup memberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya mba, insyaallah mba Hepy adalah ibu terbaik bagi mereka. Tak terganti.

      Delete
  17. Demi no.4, saya biasanya say good bye to gadget dulu. Biar perhatian bisa sepenuhnya ke anak. Memang PR banget, apalagi kalo sedang dikejar deadline :)
    Tapi tetep, sih, demi kebaikan anak, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, tantangan banget sama ibu2 jaman now ya.

      Delete
  18. Rasa percaya diri ini memang penting, agar di masa depan anak bisa menjadi pribadi kuat.
    Perlu diparktikkan ini. Terima kasih mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba. Benar sekali, rasa percaya diri harus anak2 miliki agar semua potensi didalam dirinya mampu mereka salurkan secara positif.

      Delete
  19. Exactly... Role model adalah kunci utama. Krna nasehat paling utama adalah keteladanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantul mbaa, jadi harus terus menambah ilmu untuk bisa menjadi teladan bagi anak2.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik