Apakah Penting? Ini 6 Manfaat Membaca!

by - October 15, 2018

Bismillah

Sudah memasuki pertengahan bulan Oktober nih.
Saya ngerasanya kok cepet banget ya waktu berlalu. Rasanya belum lama ganti kalender, eh ini udah tinggal tiga lembar lagi abis deh 2018.
Mengingat ini saya merasa sedikit sedih, karena sebenernya saya udah nyusun target pribadi sejak tahun 2017 lalu, tapi sampe sekarang beberapa target  besar saya belum ada yang terealisasi. Termasuk menargetkan membaca empat buku tiap bulan.

Kenapa 'membaca buku' saya masukkan dalam target besar saya? Karena sejak menjadi seorang ibu, apalagi sekarang anaknya udah dua, yang satu masih balita yang satu lagi udah sekolah PAUD, membuat saya banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Alhasil saya serasa gak punya waktu lagi untuk duduk diam mengkhatamkan buku-buku yang sudah lama saya beli dan masih berjejer rapi di rak nya yang sudah mulai berdebu. Ditambah lagi sekarang ini judul-judul buku yang baru sudah berbaris pula dalam 'wishlist' saya.
Sepertinya mulai sekarang saya memang harus lebih serius menyusun aktifitas harian saya dengan menambahkan waktu khusus untuk membaca.

Menurut dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun.  Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Di bawah  Thailand dan di atas Botswana. Minat baca di Indonesia sangat rendah.

Tergelitiklah hati saya untuk melakukan sesuatu bagi negeri ini. Saya gak bisa merubah minat masyarakat Indonesia secara luas, maka dari itu saya ingin melakukan pergerakan kecil dengan mulai rutin membaca buku, yang bisa saya mulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil di sekitar saya yaitu keluarga. Hal ini menjadi salah satu alasan saya menjadikan membaca sebagai target.



Seandainya, ada yang bertanya pada saya seberapa penting membaca itu? Saya akan menjawab "SANGAT PENTING!"

Kenapa? Karena banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dengan membaca. Diantaranya :

1. Menambah wawasan dan pengetahuan
Gak bisa dipungkiri, sejak zaman dahulu kala orang-orang yang suka membaca buku biasanya memiliki wawasan yang luas. Mereka bisa mengetahui banyak hal seolah mereka sudah menjelajah seluruh dunia. Serba tau. Ketika berbincang dengan orang-orang yang suka membaca ini biasanya kita akan mendapatkan banyak informasi lain selain dari tema yang kita bicarakan, karena pengetahuan mereka juga semakin bertambah setiap harinya. Hal ini juga akan mendorong kita untuk mengnmbangkan diri dalam mengikuti perkembangan zaman.

2. Meningkatkan jumlah kosakata dan kemampuan bicara
Saya pernah menemui seseorang yang kalau ingin menjelaskan sesuatu itu agak rumit. Dan kadang justru penjelasannya tidak jelas sama sekali. Sampai saya harus bertanya dua atau tiga kali agar meyakinkan bahwa informasi yang saya terima tidak salah. Setelah saya kenal dengannya, ternyata beliau memang bukan orang yang rajin membaca. Terbukti, dengan rajinnya kita membaca, kemampuan kita akan meningkat 5 - 15 % dari kegiatan membaca. Kita akan kaya kosakata, dan sendirinya kemampuan untuk menjelaskan sesuatu, berbicara dengan runut, dan menggunakan kata/kalimat yang pas akan semakin terasah.

3. Memiliki pemikiran yang luas
Tulisan yang dituangkan ke dalam buku merupakan kumpulan ide-ide brilian dari penulisnya. Dengan banyaknya kita membaca buku. Maka kita akan mengerti jalan pemikiran para penulis. Ada yang seperti ini, ada yang seperti itu. Ada yang realistis, optimistis, dogmatis, obsesif, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita akan mengerti bahwa pemikiran orang lain itu beragam, dan kita akan paham seperti apa pemikiran orang-orang yang ada disekitar kita. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang terbuka terhadap perbedaan cara pandang.

4. Meningkatkan kemampuan berpikir analitis
Setelah banyak membaca buku, sudah banyak memiliki kosa kata yang pas dalam bicara atau menulis. Sudah mulai paham banyak cara berpikir orang lain, maka ada satu kemampuan yang meningkat dalam diri kita yaitu berpikir analitis. 
Kita tidak akan paham bagaimana menganalisa apa yang orang lain inginkan terhadap kita ketika kita sendiri tidak paham bagaimana dan kemana arah pembicaraan mereka. Dengan kemampuan analitis ini membantu kita bisa menilai fenomena sosial dalam masyarakat secara lebih obyektif .

5. Menurunkan tingkat stress hingga 60%
Saya penyuka novel. Ketika saya sedang membaca novel, saya akan larut dalam alur cerita dan tokoh didalam novel tersebut. Menggambarkan setiap situasi, kondisi dan posisi dalam cerita membuat saya seolah berada di belahan dunia yang lain. Semua stress dan kepenatan yang sedang melanda saya sebelumnya teringkir.
Kadang saat sedang baca buku non-fiksi pun pikiran saya membawa saya ke alam lainnya lagi, sehingga membaca benar-benar menjadi ajang refreshing bagi saya.
Perlu diketahui, ketika sedang membaca otot jantung kita akan melambat, sehingga meredakan ketegangan otot tubuh, otomatis tingkat stress akan berkurang.

6. Mampu terhindar dari penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.
Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.
Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain. (Sumber : Alodokter)
Orang yang rajin membaca buku akan 2,5 kali lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

Nah, masih mau malas membaca? Tentu tidak bukan?! 
Gambar terkait

You May Also Like

10 comments

  1. Membaca memang jendela dunia dan saya sudah merasakannya. Pengalaman akan bertambah jika kita rajin membaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya yang tinggal di pedesaan sejak kecil juga sangat merasakan manfaat membaca, dan ini akan saya tularkan ke semua anggota keluarga ^^

      Delete
  2. Salah satu penyebab orang-orang mudah terkena Hoaks, adalah karena mereka malas membaca. Membaca memang memiliki peranan penting dalam peradaban manusia. Nice info

    ReplyDelete
  3. Yang paling terasa banget sama diriku manfaat membaca adalah menambah wawasan kak...

    ReplyDelete
  4. anak yang cerdas lahir dari ibu yang rajin membaca ya heheh. Nih, perempuan zaman sekarang kudu harus banyak membaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibu jaman now harus lebih banyak baca dibanding ibu jaman old ya, hihi ^^

      Delete
  5. Sebagai seorang blogger dan freelance, tentu membaca adalah kebutuhan untuk bisa menghasilkan konten yang bagus dan menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyess.. wawasan yang didapat dari membaca adalah koentji!

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik