Kenapa Sih Anak Jadi Bertingkah Nakal?

by - September 29, 2018

Menjalani peran sebagai seorang ibu dengan dua anak yang masih kecil, saya sering merasa terhibur dengan aksi lucu mereka. Celoteh-celoteh gak jelas, gaya imut, kadang ekspresi memelas mereka yang bikin saya meleleh tak berdaya.
Tapi kadang saya juga harus mengelus dada sebanyak-banyaknya kalo anak-anak udah mulai bertingkah. Ada saja ulah mereka yang bikin kepala rasa berasap sampe ke telinga. Ditambah kalo lagi rempong sama tugas negara nih.

Kalo warasnya lagi high level, saya bisa langsung mempraktikkan ilmu parenting hasil semedi dari beberapa seminar dan buku yang udah disimak dan dipelajari dengan seksama. Tapi kalo warasnya low level pengen deh rasanya teriak sekencang-kencangnya, and say "heeiiiii, kalian ngapain.... bla bla bla.." Dari Sabang sampe Merauke emaknya nyanyi rayuan pulau kelapa. Ngomel dah.

Tapi pertanyaannya, kenapa sih anak-anak bisa bertingkah 'nakal' kayak gitu?

Hasil gambar untuk anak nakal

Yang pertama sebelum kita ngapa-ngapain anak, jangan langsung marah ya. Kita kudu 'understanding the WHY' dulu supaya bisa tau solusi apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi mereka.

Anak Ingin Perhatian
Sering terjadi saat orang tua sibuk dengan handphone, lagi ngobrol sama orang lain, atau sedang melakukan sesuatu yang membuat anak merasa ditinggalkan. Pernah kan?

Mencontoh Orang Lain
Anak belajar gimana caranya berprilaku dari apa yang dia lihat. Dia bisa mencontoh temannya, video games, atau kartun di televisi. Sulung saya pernah tiba-tiba ngambek yang gayanya persis kayak Upin lagi marah sama Kak Ros. Hahaha.. lucu tapi bikin gemes juga.

Kurang Kemampuan
Anak yang kurang punya kemampuan, baik itu komunikasi, problem solving, dll, akan bertingkah 'nakal'. Misal, anak ingin mainan yang dipegang temannya, kalau ia kurang bisa bersosialisasi, ia akan memukul temannya untuk mendapatkan mainan itu.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Ajari anak mengontrol emosinya, seperti perasaan sedih, marah, frustasi, cemas, bosan, dll. Misal kalo lagi marah ajarkan dia bilang "aku marah sama kamu", jadi emosinya bisa tersalurkan dan dia tidak terbiasa memukul lagi. Menurut saya ini sangat penting, karena dengan anak berani mengungkapkan perasaannya, dia akan belajar terbuka dan orang yang ada disekitarnya dapat mengetahui perasaannya dengan jelas.

Kebutuhannya Tidak Terpenuhi
Anak yang lapar, haus, mengantuk biasanya cenderung bertingkah nakal. Jadi hindari perilaku negatif anak dengan memenuhi kebutuhannya. Pernah si Adek Fira rewel banget semaleman, udah larut tapi belum tidur juga, dan adaaa aja tingkahnya yang bikin dia nangis, padahal keliatan banget dia udah ngantuk dan udah capek. Tiba-tiba saya ingat kalo dia ternyata belum makan malam karena tadi ngemil kue coklat. Langsung saya ambil makanan dari dapur dan ngajak dia makan.
"Dek, kita makan yuk." Eh dianya langsung duduk di dekat saya langsung minta suapin, lahap lagi makannya, ternyata rewelnya di karena lapar. Hehehe.

Mengetes Batas Kita
Saat  kita kasih peraturan ke anak, mereka kadang mau tau apa konsekuensi yang akan mereka dapatkan saat tidak mematuhi aturan kita.

Ini beberapa hal yang menyebabkan si anak bertingkah 'nakal', bisa jadi ada sebab-sebab lain selain ini, ada yang bisa menambahkan? Tulis di komen yuk . ^^

Baca juga : Dampak Buruk Smartphone Bagi Anak


You May Also Like

2 comments

  1. wih jadi ibu masa kini emang harus belajar sana sini ya mbk, sebenarnya tidak ada anak yang nakal, yang ada anak baik fitrahnya ditentang. semoga jadi ibu yang luar biasa buat anaknya mbk heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. emang cyynn, jadi ibu untuk anak2 jaman digital kayak sekarang tugasnya lebih berat, jadi memang kudu banyak belajar dari berbagai sumber ilmu.. ^^

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ^^,
meninggalkan jejak yang baik akan membuat yang ditinggalkan menjadi lebih baik