Senin, 19 November 2018

Bercermin Pada Sikap Anak

November 19, 2018 28

Menghadapi sikap anak yang mulai banyak maunya kadang bikin saya kudu sering-sering narik nafas dalam-dalam. Plus mengangkat tangan ke atas dan ke bawah. Biar gak kehabisan oksigen dalam otak yang mengakibatkan nanti saya mulai kesurupan. Inhale, exhale, fiuhhhh. Ini saya lakukan supaya saya bisa mengontrol diri, takutnya kalo gak gitu saya jadi marahin anak berlebihan, jadi kayak orang kesurupan, ujungnya bisa-bisa saya ngupas kelapa pake gigi. Hahaha. Kuda Lumping keleus.

Seperti beberapa hari yang lalu, saya jemput si Kakak pulang sekolah. Setelah ngobrol beberapa saat dengan gurunya tiba-tiba dia minta beli mainan, padahal mainan yang dia minta udah ada tuh di rumah. Cuma bedanya dia minta beliin yang ukurannya lebih besar. Emaknya yang pelit ini mulai berhitung isi dompet, dan akhirnya memberi jawaban "maaf kak, kita belum bisa beli mainan itu sekarang".
Si Kakak gak terima donk dapat penolakan kayak gitu, mulailah dia merengek, "Ayolah Mi, beli Heli. Heli yang bisa berubah kaki."
Merengeknya ditengah keramaian lagi. Emaknya mulai bingung nih, mana malu pula. Padahal mainan Heli itu di rumah udah ada dua, ditambah lagi sama Poli, Amber, Roy, Tayo, Jett, Tobot, dan lain-lain.

Si Kakak mulai manyun, gak tega sebenarnya, tapi saya paham karakter si Kakak masih suka anget-angetan, pengen banget sama sesuatu eh trus nanti lupa, malah kadang mainannya diabaikan. Jadi saya pikir mending jangan langsung dibelikan.
Dari mulai berangkat dari sekolahnya sampai ke rumah mainan yang diinginkan si Kakak tetap tidak ada. Dirumah pun masih badmood dia. Dia menunjukkan aksi protesnya dengan muka manyun dan banyak diam. Tapi walaupun begitu, namanya juga anak-anak, setelah ganti baju dia mulai main dengan mainannya yang ada. Beberapa saat kemudian dia mulai larut dalam imajinasi bermainnya, raut muka yang tadinya mendung pun sudah berubah agak cerah. Menandakan dia udah mulai lupa dengan permintaannya tadi.

Melihat itu, saya menghampiri si Kakak, merangkul pundaknya lalu bilang, "Kak, ternyata mainan kakak banyak ya. Kayaknya kita gak perlu beli Heli lagi, dengan mainan yang ada kakak tetap bisa main kan?"
Yaaa.. abis ditanyain gitu dia manyun lagi, emaknya salah jurus, hahaha.

"Tapi Kakak maunya heli yang besar Mi. Yang bisa berubah. Heli yang ini kecil gak bisa berubah kakinya."

Closing statement dari emaknya. "Yaudah, Kakak main dengan yang ada aja sekarang ya."
Setelah itu pembicaraan tentang Heli selesai.

Sebenarnya, saya sudah menyiapkan satu mainan yang sudah lama dia inginkan, dan saya juga sudah janji akan membelikan mainan itu dengan syarat mengumpulkan tiga puluh bintang sholat. Sekarang bintangnya sudah 29. Tapi karena syarat belum terpenuhi, mainannya masih standby di meja kantor saya.


Saat malam, sambil menemani si Kakak dan si Adek beranjak tidur saya merenungi apa yang terjadi  tadi siang. Benarkah apa yang saya lakukan? Tapi pertanyaan ini  justru jadi membuat saya mengambil satu pelajaran.

"Beginikah cara kita meminta kepada Allah?"
Seperti si Kakak yang meminta mainan yang bahkan sudah dia punya, pernahkah kita minta sesuatu pada Allah yang bahkan sudah kita miliki? Seperti kita minta kendaraan yang sudah kita miliki, tapi kita minta yang lebih lagi. Padahal dengan kendaraan yang ada, kita masih tetap bisa beraktifitas seperti biasa, hanya selera saja yang membuat kita ingin lebih dan lebih dan lebih.

Ketika kita berdoa, meminta sesuatu kepada Allah, apakah kita cukup sabar?
Seperti mainan yang belum saya berikan kepada si Kakak, syaratnya belum tercukupi, makanya mainan itu belum sampai kepadanya.
Mungkin begitulah saat kita meminta kepada Allah. Mintaaaa terus, tapi usaha untuk menggapainya males-males. Atau udah usaha kerja keras, tapi dibalik itu kita ngeluuuhhh terus, bahkan sampai mempertanyakan, "Allah itu denger doaku gak sih?"

Hei.. Allah sesuai persangkaan hambaNya,  kalo udah usaha, doa, ditambah haqqul yakin insyaallah akan ada hasilnya kok usaha kita. Seperti mainan yang diminta si Kakak, ukuran mainan dan harganya tidak lebih besar dari hadiah yang udah saya siapkan.
Bisa jadi begitu juga pengabulan doa dari Allah. Kalo pun gak dapet apa yang kita minta, insyaallah Allah udah nyiapin yang lebih baik, lebih banyak, lebih berkah dan manfaat. Kita aja yang kadang belum tahu maksud dari Allah.

Yaa emaknya jadi ceramah. Hihi.
Tapi beneran lho ini jadi pembelajaran buat saya pribadi. Dan saya merasa beginilah cara Allah memberikan pengajaran pada saya yang bodoh ini. Learning by doing.

Kalau kita pikirkan lagi, sungguh banyak yang bisa kita pelajari dari kehidupan sehari-hari.
Dan semoga kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang berbaik sangka dan mampu mengambil hikmah.









Jumat, 09 November 2018

Baca Al Qur'an Ada Efeknya??

November 09, 2018 23
manfaat baca alquran, kesehatan


Pernah mendengar efek Mozart?  Istilah Mozart effect (efek Mozart) diciptakan pada 1995 oleh para ilmuwan di Universitas California yang menemukan bahwa ternyata siswa mendapat nilai yang lebih baik pada tes IQ spasial setelah mendengarkan musik Mozart. Efek Mozart awalnya bermula dari buku yang berjudul The Mozart Effect karya John Campbell. Dalam buku ini Campbell berpendapat bahwa musik klasik seperti karya Mozart ternyata memberikan ketenangan bagi anak-anak yang menderita kelainan tertentu seperti hiperaktif; meningkatkan kinerja otak kiri dan kanan, dan meningkatkan IQ. Tapi tahukah anda bahwa ada yang lebih hebat efeknya dari efek Mozart ini? 
Ternyata Al Qur'an memberikan efek yang jauh lebih hebat dari musik.

Memberi Ketenangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam konferensi kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, ditemukan fakta bahwa membaca Al Qur'an dapat mendatangkan ketenangan jiwa hingga 97%.
Penelitian ini tidak dilakukan serampangan. Penelitian ini menggunakan peralatan canggih. Ternyata, respon emosi dari para audiens yang mendengarkan Al Qur'an menunjukkan gejala keadaan yang membaik. Yang awalnya depresi, sedih, kemudian berubah menjadi tenang.

Dr. Nurhayati dari Malaysia pada tahun 1997 melakukan penelitian terhadap bayi yang berusia 48 jam. Bayi-bayi tersebut diperdengarkan ayat-ayat Al Qur'an. Ternyata, mereka memberi respon tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Mencerdaskan Otak

Penelitian lain di Mesir menyatakan bahwa orang-orang yang membaca Al Qur'an potensi otaknya mengalami peningkatan secara drastis, hal ini dikarenakan ketika orang membaca Al Qur'an dilepaskannya hormon endorfin atau yang dikenal sebagai hormon bahagia.

Bukan hanya itu, anak-anak yang sudah menghafal Al Qur'an sejak kecil secara akademis akan menjadi anak yang cerdas walaupun tidak mengikuti pelajaran di sekolah formal. Ini saya ketahui waktu ada seorang sahabat bercerita tentang keponakan beliau yang sudah menghafal Al Qur'an bersama orang tuanya sejak kecil. Awalnya mereka home-schooling, tetapi dengan alasan tertentu akhirnya orang tuanya memasukkan mereka ke sekolah umum. Walaupun mereka 'anak baru' di sekolah tersebut, dalam waktu singkat ternyata mereka mampu mengalahkan anak-anak yang sudah jadi langganan juara umum.

Menjadi Obat

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً
Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).

Selain menjadi obat penyembuh bagi penyakit hati dan jiwa, Al Quran juga menjadi obat penyembuh penyakit fisik. Asy-Syinqithi dalam kitabnya, Tafsir Adhwa' al-Bayan mengatakan, Al Quran adalah obat penyembuh yang mencakup obat bagi penyakit hati dan jiwa, seperti keraguan, kemu nafikan, dan perkara lainnya. Bisa juga menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Rasulullah kerap kali berpesan, "Bagi kalian ada obat penyembuh, yakni madu dan Alquran." (HR Ibnu Majah dan al-Hakim)


Memberi Kemuliaan 

Al Qur'an adalah kalimat Allah yang mulia. Bagi siapapun yang beriteraksi dengannya, akan mendapatkan kemuliaannya juga. Ketika membacanya akan mendapat pahala. Ketika menghafalnya akan mendapatkan banyak keberkahan dunia dan akhirat.

Saya pernah mendapat cerita, ada satu keluarga yang membongkar makam seorang perempuan yang semasa hidupnya adalah penghafal Al Qur'an. Perempuan ini sudah dimakamkan beberapa tahun silam, tapi kondisi jasadnya masih utuh. Kain kafannya, wajahnya, semuanya masih seperti sedia kala. Allah memberinya kenikmatan berupa kemuliaan dunia dan akhiratnya.

Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang mempunyai keahlian membaca dan menghafal Al Qur’an, memberi kabar tentang kedudukan mereka, dan keistimewaannya dari yang lain.
Dari Abi Hurarirah ra ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al Quran-nya.
Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah SAW.: “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah hafal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW. kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al Baqarah?” Ia menjawab: Betul ya Rosulullah. Rasulullah SAW. bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”.
Sungguh Allah akan memuliakan Al Qur'an, memuliakan orang-orang yang mencintai, mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya.
Bacalah Al Qur'an, Allah jadikan Al Qur'an  sebagai penawar dari segala kegalauan, kegundahan, kesedihan, dan semua kesempitan hidup.
Bacalah Al Qur'an sambil membayangkan kebesaran Allah. Dengan begitu, akan luluhlah hati yang keras, tenanglah jiwa yang gusar, bertambahlah keimanan.
Semoga kita menjadi keluarga Allah bersama Al Qur'an.

Selasa, 30 Oktober 2018

Napak Tilas di Bumi Para Nabi Bersama Cheria Holiday

Oktober 30, 2018 32
cheria holiday, traveling, napak tilas, bumi para nabi

Beberapa waktu yang lalu saya melihat postingan seorang publik figur Indonesia yang sedang melakukan wisata ke luar negeri, tepatnya di masjid Al Aqsha, Jordan, dan beberapa wilayah lainnya. Masyaallah, menyaksikan apa yang beliau bagikan melalui akun instagramnya membuat hati saya begitu rindu. Ingin rasanya saya ikut berada disana. Berjalan menyusuri setiap wilayah yang dilalui para Nabi semasa hidup mereka. Merasakan panas dan gersangnya padang pasir dan bukit batu. Menyaksikan benda-benda bersejarah peninggalan manusia-manusia mulia. Ahh.. semakin dibayangkan rasanya semakin besar kerinduan saya untuk bisa pergi ke sana.

Bukan hanya sang artis idola ini saja, banyak juga saya melihat liputan perjalanan serupa di televisi yang menunjukkan situs-situs bersejarah di 'Bumi Para Nabi' ini. 

Wisata muslim seperti ini memang sedang menjadi tren saat ini, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Untuk tujuan wisatanya pun sangat beragam, tak lagi didominasi pada negara-negara mayoritas muslim saja, bahkan negara non-muslim seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa pun kini sudah mulai berbenah menyambut wisatawan muslim.

Sebagai seorang muslim, tentu saya merasakan fenomena ini merupakan sebuah trend travelling yang membanggakan. Selain karena bisa jalan-jalan, wisata ke berbagai negara seperti ini tentu bisa memberikan pembelajaran tersendiri bagi setiap orang. Terutama bagi muslim, kita bisa melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah dalam perjalanan Islam di dunia, yang akhirnya akan membuat kita semakin memahami sejarah agama kita. Tapi, biasanya kan perjalanan seperti ini punya itinerary yang padat. Bagaimana dengan wisatawan muslim yang harus tetap melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu? Dan bagaimana dengan makanannya? Apakah terjaga kehalalan dan ke-thayiban-nya?

holiday, cheria holiday, masjid al  aqsha, muslim travelling



Cheria Halal Holiday Tour Travel hadir dalam rangka memenuhi salah satu kebutuhan umat muslim melakukan perjalanan wisata yaitu pentingnya menu halal di tempat kunjungan wisata dan dapat melaksanakan ibadah sholat dengan mudah di tempat kunjungan wisata walau ke negeri non muslim sekalipun. Berdiri sejak tahun 2012 Cheria Tour Travel sudah melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan bagi para pelanggannya. Cheria Halal Holiday Tour Travel atau juga disebut Cheria Holiday adalah pelopor wisata halal di Indonesia yang sekarang telah menjadi leader dalam industri wisata halal di Indonesia. Jadi kualitas pelayanannya tidak perlu diragukan lagi.

Salah satu produk Cheria Holiday adalah Paket Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Perjalanan selama sebelas hari ini akan mengunjungi tiga negara yaitu Palestina, Jordan, dan Mesir. Dalam paket perjalanan ini semua sudah terjadwal dengan rapi sejak hari pertama lho, jadi kita bisa tahu kapan dan kemana tempat-tempat yang akan kita kunjungi.


Hasil gambar untuk cairo international airport

Pada hari pertama, setelah bertolak dari bandara Soekarno-Hatta Indonesia, tujuan pertama adalah ke Cairo dengan penerbangan Oman Air pada pukul 14.50, lalu tiba di Cairo International Airport pukul 23.45 waktu setempat. Langsung disambut oleh pemandu yang berbahasa Indonesia, mengurus proses imigrasi, lalu peserta akan diantar langsung ke hotel tujuan untuk beristirahat. Hari pertama bermalam di Cairo.

Dihari kedua, perjalanan seharian di Cairo. Setelah sarapan pagi di hotel, wisata pertama adalah ke makam Imam Syafi'i. Lalu dilanjutkan mengunjungi Piramida, Sphinx, Parfume Factory dan Papyrus. Setelah makan siang bersama, tujuan berikutnya adalah Egyptian Museum, tempat koleksi mumi (Hiii..serem). Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Al Azhar, Husein Mosque, lalu ziarah ke makan cucu Rasulullah SAW. Lalu setelah itu ke Khan El Khalili Bazaar untuk belanjaaaa, ^^. Pasti seru sekali.

Hari ketiga, peserta sarapan pagi di hotel, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Alexandria dengan berkunjung ke Makam Nabi Daniyal dan Lukmanul Hakim, lalu ke Masjid Mursi Abu Abbas, Makam Imam Busiri, Makam Abu Darda dan menikmati indahnya Pantai Alexandria dari Istana Montazah yang merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga Raja Farouk. Mengunjungi Perpustakaan Alexandria, diajak melihat Laut Mediteranian, dan Citadel of Qaitbay lalu kembali ke Cairo untuk makan malam dan istirahat.



Waah, baru hari ketiga sudah terbayang kan serunya? Bagaimana dengan perjalanan dihari ke empat sampai ke sebelas? Merasakan indahnya kerinduan menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsha, menyusuri Laut Merah, menyaksikan lokasi sejarah Gua Ashabul Kahfi, dan lain-lain.

Masyaallah, perjalanan ini adalah perjalanan yang akan sangat menggetarkan iman bagi setiap muslim di seluruh dunia. Ditambah lagi dengan pelayanan yang prima dari Cheria Holiday, pasti akan menambah kenyamanan dalam beribadah walau sedang dalam perjalanan. Hal ini pasti akan membuat perjalanan napak tilas kita terasa sangat membekas dalam benak.

Cheria Holiday akan jadi pilihan yang pas untuk Anda yang akan melakukan wisata Napak Tilas di Bumi Para Nabi. Jadi, kapan Anda akan berangkat bersama Cheria Holiday?

Senin, 29 Oktober 2018

Benarkah Gula Putih Itu Racun?

Oktober 29, 2018 2

gula putih, kesehatan, diabetes, lever, kegemukan

Gula putih adalah benda yang sangat akrab dengan keseharian kita. Gula ini sering kita gunakan untuk dicampurkan pada masakan, adonan kue, untuk menambah nikmat dalam minuman, dan lain sebagainya.

Gula sejatinya merupakan karbohidrat kompleks saat masih dalam bentuk aslinya yang berasal dari perasan tebu. Akan tetapi, setelah diproses dalam proses yang panjang, perasan tebu dipanaskan, dikristalkan, diputihkan, diberi pengawet, dan seterusnya. Sehingga hilanglah semua vitamin, protein, mineral, dan enzim lalu yang tersisa hanya karbohidratnya saja. Proses ini disebut rafinasi.

Karena kandungannya banyak hilang, beberapa pakar nutrisi menyebut gula pasir sebagai racun, bukan pemanis. Tahun 1957, Dr. William Coda Martin menjelaskan mengapa gula putih begitu berbahaya. Lalu dia memasukkan gula putih kedalam golongan racun (poison), bukan makanan. (William Coda Martin, "When is a Food a Food and When a Poison?", Michigan Organic News, March 1957).

Gula putih hasil rafinasi yang dimakan tiap hari akan menghasilkan keasaman tubuh yang tinggi, dan makin banyak mineral dari dalam tubuh yang dipakai untuk menyeimbangkan asupan tersebut.

Memakan gula putih lebih buruk dari pada tidak makan sama sekali karena ia akan menguras dan melarutkan vitamin dan mineral dalam tubuh. Lalu untuk memproteksi diri dari asupan gula yang tinggi, tubuh terpaksa menggunakan kalsium dari tulang atau gigi dan magnesium dari enzim dalam tubuh untuk menetralkan atau menyeimbangkan tubuh dari keasaman yang diakibatkan gula putih. Dari proses proteksi tubuh inilah yang akan menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis) dan gigi (gigi tipis dan berlubang).



Kelebihan asupan gula dapat memengaruhi seluruh organ tubuh. Mulanya gula akan disimpan dalam hati (lever) dalam bentuk glukosa (glikogen). Oleh karena kapasitas lever terbatas, asupan harian dari gula putih akan membuat gula menggelembung, seperti balon. Jika lever sudah maksimum, kelebihan glikogen tersebut dikembalikan ke dalam darah dalam bentuk fatty acids. Kemudian kan dibawa ke seluruh tubuh dan ditaruh di dalam tempat yang paling tidak efektif, seperti perut, pantat, payudara, dan paha. Jadinya kita tampak gemuk. Haduuhh.

Jika tempat-tempat ini pun sudah penuh sesak, fatty acids akan didistribusikan pada organ aktif, seperti jantung dan ginjal. Mulailah organ tersebut melemah dan berubah menjadi lemak. Seluruh badan terpengaruh karena organ tersebut melemah dan tekanan darah menjadi tidak normal. Kemampuan badan untuk imunitas menjadi berkurang dan tubuh kita tidak dapat merespons dengan cepat serangan dari luar, seperti dingin, panas, mikroba, atau virus.

Kelebihan gula berefek buruk pada otak. Kunci dari fungsi otak normal adalah asam glutamat. Vitamin B dalam tubuh akan mengubah asam glutamat ini menjadi senyawa kimia yang mengatur kerja otak. Vitamin B diproduksi oleh bakteri baik yang tinggal dalam usus. Ketika gula putih dikonsumsi setiap hari, maka bakteri ini akan melemah dan banyak yang mati. Akibatnya, produksi vitamin B menurun drastis.

Jadi, solusinya adalah bijaklah mengkonsumsi gula putih dalam keseharian kita dan mulai mengkonsumsi pemanis alami seperti madu, gula aren, gula kelapa, gula tebu, gula stevia, atau gula singkong.

Semoga bermanfaat ya.
----------------------------------------------------------------
*Source: Jurus Sehat Rasulullah, dr. Zaidul Akbar

Sabtu, 27 Oktober 2018

Apakah Semua Kuman dan Bakteri Itu Jahat?

Oktober 27, 2018 15

kuman, bakteri, kesehatan, probiotik, sehat, info
Allah Maha Sempurna, tidak ada kesempurnaan yang melebihi kesempurnaan-Nya. Kesempurnaan ini juga meliputi bagaimana Allah menciptakan kuman, bakteri, virus, parasit dan mikroorganisme lainnya di alam semesta ini. Semuanya diciptakan dalam rangka membuat keseimbangan yang sempurna.

Seorang dokter ahli yang lahir di Jepang kemudian pindah ke Amerika menyebutkan bahwa ternyata dalam tubuh manusia ada kuman. Kuman-kuman itu dapat dikategorikan dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu kuman baik, kuman jahat, dan kuman netral.
Menurutnya, jumlah ketiga kuman ini memiliki jumlah persentase yang tidak sama, yaitu kuman baik 30%, kuman jahat 20%, dan kuman netral 50%.

Setiap makanan dan minuman yang halal dan baik yang masuk ke dalam tubuh manusia menyebabkan bakteri netral bertransformasi menjadi bakteri baik. Kemudian, bakteri baik ini berkolaborasi dengan bakteri baik lainnya sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi lebih sehat.

Bakteri baik dan bakteri netral inilah yang membantu metabolisme dalam tubuh manusia berjalan lebih baik sehingga keluhan-keluhan seperti batuk, pilek, pegal-pegal dan masuk angin dapat dihindari. Lain ceritanya kalau produk yang dikonsumsi manusia bersumber dari bahan sintetik dan tidak asli, belum lagi ditambah dengan bahan kimia lainnya, bakteri netral tadi akan bertransformasi menjadi bakteri jahat. Hal itu akan membuat metabolisme tubuh terganggu, bahkan perasaan manusianya juga akan terganggu.

Jadi, kunci dari baiknya tubuh kita sebenarnya adalah terletak makanan yang kita konsumsi, yang pada akhirnya akan menentukan bakteri netral ini akan bertransformasi menjadi baik atau jahat. Tapi bukan hanya makanan tubuh saja, makanan pikiran juga berpengaruh. Setiap pikiran negatif yang kita rasakan dapat membuat bakteri yang hidup dalam tubuh kita menjadi stres. Buktinya, orang-orang yang sedang tidak enak hati tidak akan merasa enak makan. Makanan yang dimakan tidak akan terasa nikmat, akhirnya makanan itu tidak akan membekas. Pikiran negatif dapat merusak bakteri baik dalam tubuh, sehingga  bakteri ini tidak akan bisa membantu mencerna makanan, ujung-ujungnya tubuh kita bermasalah.

kuman, bakteri, kesehatan,

Alam semesta ini, termasuk kuman tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mengganggu manusia. Kuman, virus, dan bakteri tersebar dimana-mana, tetapi tidak semua orang terjangkit. Kenapa? Karena orang-orang itu sehat. Tubuh sehat, pikiran sehat, dan  mereka juga mempunyai pikiran yang positif, baik sangka terhadap tubuh mereka bahwa mereka sehat ini berasal dari keimanan mereka yang stabil.

Ada sebuah cerita. Ada dua orang anak, yang satu anak orang kaya, yang satu lagi anak orang biasa saja. Anak orang kaya saking takutnya kepada kuman, dia selalu membersihkan dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik 99,99 % ampuh membasmi kuman. Sementara itu, anak orang biasa ini juga mencuci tangan tapi tidak dengan menggunakan antiseptik. Suatu ketika kedua anak ini makan di warung pinggir jalan. Kira-kira, yang kemungkinan besar akan sakit perut, mual atau diare anak yang mana? Jawabannya adalah anak orang kaya. Kenapa? Karena ketakutannya terhadap kuman terlalu tinggi sehingga perasaan cemas ini melemahkan imunitasnya sendiri melalui proses neurohormonal.

Menurut sebuah penelitian, di tangan manusia ada sekitar 150 jenis bakteri yang bisa menjadi filter ketika tangan kita memegang sesuatu. Bila kita mencuci tangan dengan antiseptik secara berlebihan maka bakteri ini akan mati semua.

Rasulullah menganjurkan untuk menjilati jari-jari tangan setelah makan. Faedahnya adalah agar kuman dan bakteri di tubuh kita saling mengenal dan tidak saling menyerang. Inilah salah satu hikmah kenapa kita lebih baik makan menggunakan tangan langsung, dan ada pahala ketika suami menyuapi istri ketika makan, seperti hadits ini, “Sesungguhnya sedekah yang paling besar (imbalannya dari Allah) adalah sesuap nasi yang disuapkan oleh seorang suami ke mulut istrinya.” [Shahih: Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim no. 4185]

Selain kuman dan bakteri, ada juga flora normal dalam tubuh kita yang membantu metabolisme yaitu probiotik. Makanan dari probiotik ini disebut prebiotik. Memperbanyak probiotik dan prebiotik ini akan membuat tubuh kita terlindungi dari serangan luar dan serangan dari penyakit autoimun yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Masyaallah, baru mengetahui sedikit tentang makhluk Allah yang sangat kecil ini saja rasanya kita sudah berdecak kagum luar biasa, apatah lagi bila kita menyingkap semua hikmah dari semua ciptaan Allah.

Sungguh semakin kita mengenal makhluk, maka kita akan semakin cinta kepada penciptanya.

Kamis, 18 Oktober 2018

Bukan Tentang Apa, Tapi Bagaimana Sikapmu

Oktober 18, 2018 28
Ada seekor keledai tua milik seorang petani tua. Petani itu sangat menyayangi keledainya, karena keledai ini telah menjadi sahabat perjuangan selama belasan tahun menyambung hidup. Si keledai adalah andalannya untuk membajak ladang, menebar benih tanaman, dan mengangkut panen.

Pada suatu sore, keledai ini terperosok ke dalam sebuah sumur tua yang sudah kering. Keledai itu meringkik-ringkik di dalam kegelapan sumur di bawah sana. Entah meringkik karena ia kesakitan, ketakutan atau mungkin kebingungan. Si Petani yang sangat menyayangi keledainya ini berusaha menolong. Dicobanya segala cara yang dia bisa agar keledainya itu dapat keluar.

Hasil gambar untuk keledai

Dia berpikir keras, apa yang harus dilakukannya. Mula-mula dia mengambil tali, diulurkannya ke dalam sumur. Diteriakinya sang keledai agar menggigit tali itu. Ditariknya kuat-kuat tapi justru talinya terlepas dari genggaman dan dia terpelanting. Dia coba lagi menggunakan tali yang ujungnya sudah diikat seperti lasso. Dia ulurkan lagi ke dalam sumur agar si keledai mengikatkan ke tubuhnya dan dia bisa menariknya ke atas. Dia mulai menarik tali itu. Berat, berat sekali, terdengar juga si keledai berseru-seru serak, seperti kesakitan. Ternyata tali itu tersangkut di lehernya saja. Gagal lagi. Dia mulai merasa sia-sia.

Melihat disekeliling ada rumpun bambu, dengan senjata yang dia bawa, ditebanglah sebatang bambu yang nampak kokoh lalu ia ulurkan pula ke dalam sumur, lalu ia minta keledai itu menjepit bambu itu dengan kaki-kakinya lalu dia tarik bambu itu ke atas. Tapi ternyata gagal juga. Dia coba cara lainnya. Dia padukan antara tali dan bambu, dicobanya pula balok-balok kayu, dan semua upaya yang dia bisa. Tetap tidak berhasil.

Tenaganya habis, harapannya pun juga mulai habis. Hari sudah semakin gelap. Akhirnya, dengan keputus-asaan dia memutuskan untuk menimbun saja keledai kesayangannya itu. Pikirnya, biarlah keledai tua ini beristirahat di dalam sana, setelah belasan tahun mengabdi. Matanya basah, dadanya sesak. Tangisnya tertahan, tapi dia mulai mengayunkan cangkul, dia mulai menimbun.

Segumpal dua gumpal tanah mengenai tubuh keledai. Keledai ini bingung dan marah. Dia sedang terjebak didalam sumur itu, tapi kenapa ada tanah yang masuk menimbun dirinya. Lama keledai diam. Tanah semakin banyak masuk ke dalam sumur, bertimbun-timbun. Melihat timbunan tanah yang semakin banyak, lalu tahu lah si keledai apa yang harus dilakukannya.
Dia angkat kakinya naik ke atas setiap timbunan tanah yang jatuh ke dasar sumur. Berpindah ke kanan atau ke kiri menghindari bongkahan tanah yang meluncur bertubi-tubi, atau menggoyangkan badannya saat guyuran tanah menimpa punggungnya. Timbunan tanah semakin meninggi, keledai terus naik. Hingga senja berubah menjadi malam.

Sang petani yang bersedih mengira bahwa keledainya telah tertimbun sempurna di dalam sumur gelap itu. Habis tenaganya, habis harapannya. Dia rebahkan tubuhnya di samping sumur itu. Lalu tiba-tiba, terdengar ringkikan keledai yang segera meloncati tubuhnya yang sedang berbaring itu. Keledai berhasil keluar.

kisah, hikmah, kisah hikmah, positive thinking, berpikir positif

Ibarat kita adalah keledai,  sumur itu adalah kesusahan, tanah itu adalah masalah. Kira-kira hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah ini?

BAIK SANGKA

Keledai ini mengajarkan kita untuk melihat hal apa yang bisa dia lakukan dengan timbunan tanah yang menerpanya. Dengan baik sangka dia memanfaatkan peluang untuk meloloskan diri dari sumur gelap itu.
Ya. Berbaik-sangkalah pada setiap masalah yang menimpa. Karena timbunan masalah yang hadir menerpa dalam setiap 'sumur' kesusahan, akan mengangkat kapasitas diri kita menjadi lebih baik agar dapat keluar dari kegelapan, kekalutan, kemarahan dan kesedihan hidup.

Dengan berbaik sangka, jalan keluar dari setiap masalah akan tampak.
Dengan berbaik sangka pula, Allah akan tunjukkan kekuasaanNya.
Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?



Selasa, 16 Oktober 2018

Cara Mudah Sewa Apartemen Ideal

Oktober 16, 2018 30
Beberapa hari yang lalu disela jam kerja, saya ke Bandara Fatmawati untuk mengantar keberangkatan adik saya ke Jakarta. Kota yang letaknya jauh dari Bengkulu. Kota metropolitan,  ibu kota negara Indonesia tercinta yang memiliki luas 661,5 km persegi, dan dibagi menjadi enam bagian, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Dengan keberangkatan adik saya, kayaknya saya merasa sedikit sepi, mengingat saya yang terbiasa ada dia dan sejak kecil kami tidak pernah berpisah jauh dalam waktu yang lama apa lagi sampai ke luar pulau. Sepertinya saya mengalami perubahan mood yang lumayan ini. Hihi.

apartemen


Sekitar tiga jam setelah keberangkatannya dari bandara, saya mendapat pesan kalau adik saya sudah sampai ke tujuan dengan selamat walaupun pesawatnya sempat delay. Alhamdulillah.

Dia juga mengabarkan lokasi tempat tinggalnya untuk beberapa waktu kedepan. Ternyata adik saya tinggal di lantai 20 sebuah apartemen di daerah sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sejak lahir biasa tinggal dirumah tapak tanah, semoga saja dia cepat beradaptasi disana, tempat yang kalau keluar-masuk gedung harus naik-turun lift. Tidak bisa langsung lari keluar pintu atau jendela. Hehe.

Saya tidak begitu paham dengan persoalan apartemen di Jakarta, menurut saya apartemen tempat adik saya tinggal ini punya fasilitas yang cukup bagus, terlihat dari video singkat yang dia kirimkan. Setelah diberi kabar nama dan lokasi apartemen tempat adik saya berada, saya pun mencari tahu tentang detail apartemen itu di situs spesialis sewa apartemen di Jakarta, Jendela360, (jendela360.com).

Jendela360 adalah sebuah perusahaan startup yang bergerak dalam bidang properti penyewaan apartemen di Jakarta. Berbeda dengan agen properti pada umumnya, di Jendela360, semua unit yang ada adalah unit yang sudah diverifikasi dan ditampilkan secara transparan tanpa ditutup-tutupi, mulai dari harga sewa, informasi unit, foto yang detail, bahkan seluruh foto unit sudah dilengkapi dengan foto 360 derajat yang sangat representative secara online seolah-olah kita seperti berada di unit apartemen yang sedang dikunjungi tersebut. Jadi walaupun saya berada di Bengkulu, saya bisa tau detailnya apartemen tempat tinggal adik saya di Jakarta.  Bahkan informasi soal biaya sewa apartemen di Kelapa Gading juga bisa sekalian saya cek dan ricek. Lengkap sekali.

Bukan hanya apartemen di Jakarta Utara saja, disitus ini juga ada informasi apartemen di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi, Kemayoran, dan lain-lain.


Kalau ingin tahu infomasi salah satu apartemen di Jakarta Selatan, misalnya tentang sewa apartemen Kalibata City, kita tinggal klik saja.




Dihalaman hasil pencarian kita akan disuguhkan dengan informasi yang lengkap soal bangunannya. Lokasi gedung, luas unit, tipe unit, harga, sistem pembayaran, pengembang bangunan, dan lain-lain.

Selain itu juga akan dijelaskan fasilitas apa saja yang akan kita dapatkan di apartemen tersebut.
Waah.. setelah tahu fasilitas apa saja yang akan kita dapatkan, kita bisa menyusun jadwal kegiatan sendiri nih. Mau narik uang, ATM-nya dekat. Mau olahraga, fasilitasnya banyak, atau mau jalan-jalan ke taman bermain sepertinya seru juga ya.

Selain fasilitas, informasi yang paling penting adalah harga sewa unit apartemennya. Tarif  untuk semua unit ditampilkan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jadi kita bisa berhitung-hitung nih, kira-kira berapa budget yang harus kita siapkan.
Untuk yang ingin menyewa apartemen, melalui situs ini semua kebutuhan penyewa akan dibantu oleh tim Jendela360 dengan cepat dan mudah. Bahkan Jendela360 juga memberikan solusi pembayaran sewa apartemennya menggunakan kartu kredit (Visa/Master Card), sehingga calon penyewa dapat membayar sewa apartemen secara bulanan ala indekos (cicilan 0%). Kalau apartemen adik saya itu tipe studio, tarif sewanya sekitar 1,3 juta Rupiah per bulan.

Apakah Jendela360 hanya memfasilitasi para penyewa apartemen saja? Ternyata tidak! Bagi yang punya apartemen yang ingin disewakan, Jendela360 juga memberikan kemudahan bagi pemilik apartemen.
Jendela360 akan mengurus semua hal yang diperlukan untuk menyewakan unit pemilik apartemen secara professional, mulai dari proses fotografi, melistingkan unit, menerima kunjungan penyewa hingga serah terima unit dimana pemilik apartemen tidak perlu khawatir dan tidak perlu repot-repot untuk mengurus semua hal itu sendirian.

Dan perlu diketahui bahwa biaya beriklan di Jendela360 adalah Rp. 0,-  alias GRATIS. Jendela360 hanya mengambil komisi sebesar 5% dari nilai sewa unit hanya apabila unit tersebut tersewa oleh Jendela360. 

Secara pribadi saya salut sekali dengan pelayanan dari Jendela360 ini. Walaupun belum menyewa apartemen secara langsung, tapi pelayanan semacam ini sangat memudahkan bagi penyewa yang ada di daerah jauh dari lokasi apartemen karena dapat melihat langsung fasilitas apartemen melalui foto 360 derajat dan semua informasi yang secara transparan ditampilkan, dan bagi yang akan menyewakan apartemennya, bantuan kepengurusan semua administrasi dari Jendela360 pasti sangat membantu. Kemudahan akses secara online juga sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat sekarang yang sangat tergantung pada gawainya.

Jadi, kalau nanti saya mau menyewa apartemen dengan mudah, saya akan akses Jendela360.